Sosialisasi HIV – AIDS “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS” di Universitas Pancasakti Tegal

posted in: Informasi Kampus | 0

 

Dalam rangka memberikan pemahaman kepada civitas akademisi Universitas Pancasakti Tegal tentang apa itu HIV-AIDS maka Poliklinik UPS Tegal bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Tegal telah melaksanakan Sosialisasi tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Aula YPP UPS Tegal pada hari Senin 14 November 2022.

Narasumber menyampaikan bahwa belum semua masyarakat memahami penularan HIV & AIDS dari satu orang ke orang lain secara benar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang kemudian menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk T-4 atau sel T-Helper atau disebut juga sel CD-4. HIV tergolong dalam kelompok retrovirus yaitu kelompok virus yang mempunyai kemampuan untuk mengkopi cetak genetik di dalam materi genetik sel-sel yang ditumpanginya. Melalui proses ini, HIV dapat mematikan sel-sel CD-4. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh HIV.

HIV & AIDS merupakan virus yang dapat ditularkan, berikut beberapa kondisi yang dapat mempermudah penularan dan penyebaran HIV dan AIDS antara lain :Peningkatan industri seksual komersial.Prevalensi penyakit kelamin tinggi. Pemakaian kondom rendah. Proses urbanisasi yang cepat. Terjadinya hubungan seksual secara berganti-ganti pasangan

Tiga jalur penularan HIV antara lain Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang telah terinveksi HIV tanpa memakai pengaman/pelindung (kondom). Hubungan seksual yang beresiko menularkan HIV antara lain Hubungan seksual secara anal, karena epitel mukosaanus relatif tipis dan mudah terluka dibanding epitel dinding vagina. Hubungan seksual secara vaginal. Wanita lebih beresiko daripada pria karena selaput lendir vagina rukup rapuh. Selain itu cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina sehingga kesempatan HIV untuk masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. Perilaku beresiko tinggi adalah berhubungan seksual yang tidak aman, termasuk tanpa kondom, berganti-ganti pasangan, berganti-ganti jarum suntik atau alat-alat lain yang kontak dengan cairan tubuh orang lain dan memperoleh tranfusi darah yang tidak dites HIV. Melalui tranfusi darah atau alat-alat yang telah terpapar HIV. Cara penularan HIV melalui darah : Secara langsung (tranfusi darah, produk darah atau tranplantasi organ tubuh yang terinfeksi HIV). Secara tidak langsung atau melalui alat-alat (jarum suntik, peralatan dokter, jarum tatto, jarum tindik, penggunaan narkoba suntik secara bergantian) yang terinfeksi HIV dan tidak disterilkan dahulu. Melalui ibu yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya pada saat persalinan atau kepada bayi yang disusuinya. Penularan HIV dari ibu bisa terjadi pada saat kehamilan (in-utero). Bila ibu baru terinfeksi HIV dan belum ada gejala AIDS, kemungkinan bayi terinfeksi sebesar 20% – 35%, sedangkan jika gejala AIDS sudah jelas pada ibu kemungkinannya 50%. Penularan juga terjadi pada saat persalinan melalui tranfusi fetomaternalatau kontak antara kulit atau membrane mukosa bayi dengan darah atau sekresi maternal saat melahirkan. Semakin lama proses persalinan, semakin besar kemungkinan bayi terinfeksi HIV. Oleh karena itu, lama persalinan dipersingkat dengan sectio caesarea. Transmisi lain terjadi selama periode menyusui. Resiko bayi tertular melalui ASI dari ibu yang terinfeksi atau ibu positif HIV adalah 10%.  Cara Pencegahan dilakukan dengan tidak melakukan hubungan seks beresiko, setia pada pasangan, Cek HIV atau status HIV anda Jauhi Narkoba serta Pendidikan dan edukasi HIV.

 

Related Posts via Categories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *