Galeri

Pengaruh Pakan Alami dan Pakan Buatan dalam Budidaya Ikan

  • Dilihat: 3906
  • 05 Jul

Pengelolaan pakan merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya ikan, karena ketersediaan pakan yang memadai secara kualitas dan kuantitas akan berpengaruh terhadap keberhasilan pada ikan dalam sistem produksi, berupa: ikan yang sehat, tumbuh optimal dan berkualitas tinggi. Ketersediaan pakan yang memadai secara kualitas dan kuantitas akan berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan. Pakan berkualitas harus memiliki kandungan nutrisi ikan dan mudah dicerna, sehingga dapat diserap oleh tubuh ikan (Khairuman dan Amri, 2002).

Kegiatan budidaya ikan sistem KJA dianggap menjadi faktor utama terjadinya pencemaran perairan. Kegiatan budidaya ikan sistem KJA yang dikelola secara intensif juga membawa konsekuensi penggunaan pakan yang besar yang bagaimanapun efisiensinya rasio pemberian pakan, tidak seluruh pakan yang diberikan akan termanfaatkan oleh ikan-ikan peliharaan dan akan jatuh ke dasar perairan.

Pakan ikan merupakan penyumbang bahan organik tertinggi di waduk (80%) dalam menghasilkan dampak lingkungan. Jumlah pakan yang tidak dikonsumsi atau terbuang di dasar perairan oleh ikan sekitar 20–50%. Limbah dari pakan dan faeces ikan akan terakumulasi dan menurunkan kualitas perairan. Peningkatan jumlah aktivitas budidaya ikan menggunakan KJA, mengakibatkan peningkatan jumlah beban cemaran yang akan dibuang ke perairan. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh jarak antar KJA, jumlah padat tebar ikan, dan manajemen pemberian pakan (Erlania,dkk.,2010). Jumlah padat tebar ikan yang tinggi dengan manajemen pakan yang buruk mengakibatkan perairan menjadi keruh dan tercemar. Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu.

Pengurangan jumlah KJA akan mengurangi jumlah beban cemaran nitrogen dan fosfor ke perairan waduk. Hal tersebut menyebabkan eutrofikasi dan pencemaran biologis (akumulasi enceng gondok) dapat dikurangi.  Proses penguraian bahan organik tersebut memerlukan jumlah oksigen yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan kondisi di dasar perairan menjadi anaerobik, sehingga DO mengalami penurunan. Kondisi anaerobik akan menghasilkan senyawa toksik yaitu H2S dan amonia (Demetrio et.al, 2011). Jadi, diperlukan manajemen pemberian pakan, jenis pakan yang diberikan, dan frekuensi pemberian pakan guna mengurangi bahan organik yang terbuang di perairan.

Perairan dengan KJA memiliki bahan organik lebih tinggi dibandingkan dengan perairan terbuka, dan kawasan yang terdapat enceng gondok. Hal tersebut didukung dengan tingkat kecerahan air dan kedalaman air waduk. Peningkatan nilai kecerahan dan penurunan kedalaman air waduk menyebabkan peningkatan bahan organik. Cahaya matahari yang masuk ke perairan menyebabkan cepat terjadinya proses fotosintesis. Proses fotosintesis mempengaruhi peningkatan produktivitas primer di perairan yang ditandai dengan peningkatan unsur hara (bahan organik), menunjukkan perairan tersebut telah tercemar. Suatu limbah yang mengandung beban pencemar masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan perubahan kualitas air. Salah satu efeknya adalah menurunnya kadar oksigen terlarut yang berpengaruh terhadap fungsi fisiologis organisme akuatik. Air limbah memungkinkan mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit infeksi dan tersebar ke lingkungan.

Pemberian pakan yang dilakukan secara adbilitum (terus menerus hingga ikan betul-betul kenyang) menyebabkan banyak pakan yang terbuang (inefisiensi pakan) dan terakumulasi di dasar perairan. Sisa pakan yang tidak termakan dan ekskresi yang terbuang pada akhirnya akan diuraikan oleh jasad-jasad pengurai yang memerlukan oksigen. Dalam kondisi anaerobik penguraian akan berjalan dengan baik, namun dari proses anaerobik ini dihasilkan berbagai gas beracun yang dapat mencemari perairan danau/waduk. Disamping hal tersebut, sisa pakan dan buangan padat ikan akan terurai melalui proses dekomposisi membentuk senyawa organik dan anorganik, beberapa diantaranya senyawa nitrogen dan fosfor. Senyawa-senyawa nitrogen dan fosfor diperlukan oleh fitoplankton dan tumbuhan air lainnya. Di perairan fitoplankton merupakan produsen primer yang mempengaruhi kelimpahan organisme. Sisa-sisa pakan dan kotoran ikan dari KJA berperan sebagai pupuk yang dapat menyuburkan perairan danau/waduk. Apabila dalam keadaan hipertropik berakibat pertumbuhan yang tidak terkendali (blooming) plankton jenis tertentu.

Perairan yang tergolong sangat subur (hipereutrofik) termasuk penyebab pencemaran perairan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak  3 kali sehari termasuk efektif untuk pertumbuhan dalam pembesaran ikan di KJA. Frekuensi pemberian pakan lebih dari 3 kali sehari dapat meningkatkan FCR (feed conversion ratio) pakan, sehingga meningkatkan penumpukan limbah didasar perairan waduk. Pemberian pakan ikan secara ad libitum harus diatur dengan baik. Pakan harus habis terlebih dahulu baru diberikan kembali, jangan sampai meninggalkan pakan yang tidak termakan dalam jumlah banyak. Pakan yang tidak termakan akan terurai di perairan dengan meninggalkan konsentrasi fosfat yang tinggi. Selain itu jenis pakan tenggelam dalam pemeliharaan ikan. Penggunaan kombinasi pakan tenggelam dan terapung, atau pakan terapung dengan kadar fosfat yang rendah baik untuk dilakukan. Hal tersebut akan menekan jumlah fosfat di perairan, sehingga tingkat pencemaran dapat dikurangi.

Beberapa langkah teknis yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air dalam budidaya ikan di Karamba Jaring Apung agar tidak terganggu oleh limbah  pakan atau limbah lainnya, antara lain dapat berupa :

1. Pengelolaan pakan yang ramah terhadap kualitas air

  • Porsi makan ikan diberikan sesuai dengan daya tumbuh optimum perhari  (Average Daily Growth) atau porsi makan hanya diberikan 80% dari daya kenyang, sehingga masih tersedia ruang dilambung untuk produksi enzym-enzym pencernaan. Diharapkan efisiensi pakan 100% terserap sempurna.
  • Frekuensi pakan sesuai dengan metabolisme ikan 2 x sehari, metabolisme ikan berkisar 8 jam, bila waktu pemberian pakan 7 pagi dan 5 sore.
  • Pakan difermentasi menggunakan probiotik untuk menghasilkan enzim: protease, amilase, lipase dan cellulose. Sistem ini meringankan kerja dari organ pencernaan 30%, dan membantu pemotongan rantai panjang pada protein dan lemak, serta membantu menghasilkan kotoran ikan yang mudah terurai dan ramah lingkungan.

2. Pengelolaan wadah budidaya ikan yang ramah terhadap kualitas air

  • Penerapan Integrated Management Total Aquaculture yang dapat dilakukan dengan melakukan pemeliharaan multispesies dalam satu wadah (misalnya jaring bertingkat) sehingga buangan pakan pada jaring pertama (misal ikan omnivora) dapat dikonsumsi lagi terlebih dahulu oleh ikan pada jaring lapis kedua (misalnya herbivora), sehingga buangan sisa pakan ke dasar dapat diminimalisir.
  • Pengaturan lokasi ataupun jumlah petakan yang dapat dipelihara dengan memperhatikan daya dukung lingkungan perairan ataupun flushing rate waduk/danau tersebut sehingga tidak terjadi over populasi ikan yang dipelihara yang dapat meningkatkan limbah pakan ke dasar.
  • Pengaturan musim tanam, pengendalian jumlah KJA dan padat tebar ikan di KJA dikurangi atau ikan budidaya diganti dengan jenis yang lebih toleran terhadap konsentrasi DO yang rendah seperti ikan patin, lele, dan betutu.

3. Penebaran ikan herbivora secara lepas seperti ikan grass carp yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem danau/waduk sehingga blooming akibat eutrofikasi dapat dicegah sedini mungkin.

4. Meningkatkan kadar oksigen terlarut di perairan. Pasokan oksigen dalam pengelolaan KJA adalah untuk respirasi biota, pembusukan feses ikan dan pembusukan sisa pakan ikan.

Untuk informasi blog berikutnya silahkan Klik Disini

DAFTAR PUSTAKA

Darmanto dkk, 2000. Budidaya Pakan Alami Untuk Benih Ikan Air Tawar. Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian – Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. di download dari http ://defishery.files.wordpress.com/2009/11/budidaya-pakan-alami-untuk-benih-air-tawar.pdf.

Gusrina, 2008. Budidaya ikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta

Kartamiharja, E. S. 2013. Fenomena Dampak Upwelling Pada Usaha Budidaya Ikan dengan KJA di Danau dan Waduk.Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Workshop Pengelolaan Lingkungan Perikanan Budidaya di Perairan Umum. Bogor, 2-4 Oktober 2013.

Lukman dan Hidayat. 2002. Pembebanan dan Distribusi Organik di Waduk Cirata. Jurnal Teknologi Lingkungan. P3TL-BPPT. Vol. 3 (2): 129 – 135.

Editor Tim Redaksi

Ditulis oleh : ADE YUNAIFAH A, SE (Widyaiswara BPPP Tegal)

Download

 

LITERASI BAHARI

Nasional

Literasi Bahari Wajib Digalakkan

    Redaktur: Ahmad Nugraha
  

Literasi Bahari Wajib Digalakkan - Nasional

Alan Frendy Koropitan, Ahli Oseanografi dari IPB

INDOPOS.CO.ID – Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan laut yang terkenal seantero negeri. Tidak heran jika pelabelan negara maritim begitu kental dengan Indonesia. Karenanya, literasi tentang kemaritiman sangat dibutuhkan untuk memperkuat identitas bangsa.

Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Alan Frendy Koropitan mengatakan, penguatan karakter bangsa melalui kebijakan pendidikan nasional telah dilaksanakan melalui implementasi kurikulum kemaritiman.

Kini, kurikulum literasi bahari dengan muatan lokal telah diimplementasikan di 12 provinsi mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA).

“Kemenko Kemaritiman bekerjasama dengan Kemendikbud. Jadi sudah setahun atau dua tahun. sebetulnya yang menarik dari budaya maritim ini adalah pemahaman kita tentang literasi. Umumnya kan hanya sebatas lisan yang sifatnya turun menurun,” ujarnya kepada INDOPOS melalui sambungan telepon, Selasa (15/1/2019).

Literasi yang dimaksud yaitu kemampuan untuk memahami tentang laut, khususnya dalam konteks kepulauan Indonesia. Tentu semangat maritim itu harus digalakkan pada setiap jenjang pendidikan. Sehingga dalam proses pendidikan, tidak hanya aspek pengetahuan saja. Tetapi karakter kepulauan yang bisa ditransfer ke anak didik.

Menurut dia, sebagai bangsa maritim semua komponen perlu menjadi pembelajar, penjelajah, dan pedagang yang selalu berinovatif. Sehingga menguasai wahana lautan serta melakukan pertukaran barang, jasa dan budaya.

“Ini hasil dari literasi maritim yang kuat. Kekayaan laut, baik hayati maupun non-hayati, bisa dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Ini semua dengan literasi bahari yang kuat dan ditanamkan sejak pendidikan usia dini, dasar dan menengah,” jelas Alan Frendy Koropita.

Dia menjelaskan, literasi ini penting dan harus sejalan dengan kearifan lokal. Sejatinya, kemajuan teknologi mesti menyesuaikan dengan kondisi kearifan lokal.

“Banyak sekali kearifan lokal di pesisir dan daratan. Sehingga ini yang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” jelas ahli oseanografi itu.

Untuk itu, literasi bahari sangat diperlukan masuk ke dalam kurikulum. Manfaatnya sangat banyak. Merangsang generasi muda untuk tertarik dan mau mempelajari lebih dalam lagi.

“Jadi, ini tidak dianggap kuno atau usang. Tergangtung kemasannya, dari sains teknologi moderen bisa mengelaborasi yang ujungnya ke daya saing bangsa terkait keaneka ragamaan hayati,” ungkap Lektor Kepala bidang Oseanografi Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan serta Koordinator Kajian Strategis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu.

Upaya mengembangkan literasi bahari, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) akan meluncurkan buku keanekaragamaan hayati biodeversitas untuk Indonesia pada Juli mendatang. Pembahasannya akan menyinggung kearifan lokal itu.

“Nah, bagaimana kita memanfaatkan keaneka ragaman hayati atau biodeversitas atau keunggulan komparatif, sebagai modal kita untuk membangun. Pekerjaan rumah kita sebarapa besar memahamai kearifan lokal itu maupun sains moderns. Maka itu yang ditindak lanjuti,” terang mantan Ketua ALMI itu.

Sehingga bila memahami betul. Maka bukan tidak mungkin Indonesia punya obat-obatan industri basisnya bioteknologi. Namun, sumbernya dari kearifan lokal dari bahan biodeversitas yang ada di sekitar lingkungan.

“Jadi memang banyak tapi bagaimana merangsang keingin tahuan anak-anak siswa ini perlu kemasan. Salah satunya kurikukum dengan basis budaya maritim. Ya pelan pelan lah. Ini untuk dari paud hingga sma. Kontennya ada dalam bentuk buku. Masih diberlakukan di 12 provinsi tapi cukup menjanjikan kekayaan laut Indonesia,” tukasnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno merespon baik upaya pengembangan literasi bahari itu untuk diterapkan dalam aspek pendidikan.

“Alhamdulillah berarti sejalan dengan rencana IPB. Kami sangat terbuka untuk kerjasama,” jelas Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno.

Hingga saat ini, kurikulum kemaritiman telah diterapkan di 48 Sekolah Percontohan (12 PAUD, 12 SD, 12 SMP, 12 SMA/SMK) di 12 Kabupaten/Kota dari 13 provinsi di seluruh Indonesia. Tahun ini pemerintah merencanakan akan diperluas hingga 21 provinsi. info selengkapnya bisa di akses ke link DISINI

MONITORING TIM AMI LPMU UPS TEGAL KE FPIK

AMI-Audit Mutu Internal adalah proses pengujian yang sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di PT sesuai prosedur dan hasilnya telah sesuai dengan standar untuk mencapai tujuan institusi.
Selasa (23/Juli) tim AMI / audit mutu internal mendatangi ruang yang sudah dipersiapkan dari tim penyusun dokumen dan data. Hadir pada monitoring AMI di FPIK UPS Tegal adalah tim audit yang diketuai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPMU) UPS Tegal Dr. Beni Habibi, M.Pd dan Yanti Pujiastuti, SE, M.Si sebagai Auditor AMI, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Suyono, M.Pi berikut Kepala Bidang  Penjaminan Mutu Internal  LPMU M.Syaefurochman, S.Si. M.Si. 
Dari beberapa temuan hasil tim monitoring AMI maka dokumen perlengkapan akreditasi akan dicocokan antara perencanaan yang sudah ada dengan pelaksanaan kegiatan / program untuk menghadapi akreditasi program studi di fakultas. Diharapkan dengan adanya AMI di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK – UPS Tegal) maka bisa ditingkatkan mutu atau kualitas pembelajaran di fakultas seperti Program Studi Budidaya Perairan dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang sudah terakreditasi B (Tim Redaksi (Juli/2019).

PENTINGKAH NILAI AKADEMIK BAGI MAHASISWA

Agar bisa memiliki Nilai Akademik yang baik mahasiswa harus memperhatikan dan mengerti materi – materi ajar yang diberikan oleh Dosen. Melaksanakan tugas – tugas yang telah diberikan dengan baik dan tepat waktu. Pahamilah setiap mata kuliah disetiap semester dan tugas yang diberikan. Karena itulah yang menjadi penilaian bagi Dosen selain dari kehadiran absensi, mid semester dan ujian akhir semester.

Jika mahasiswa memiliki keunggulan dibidang non akademis itu merupakan kekeliruan. Hanya karena minat dan bakat dalam bidang seni dan olahraga. Mahasiswa juga harus mampu dalam bidang akademik dan menyeimbangkan kemampuan akademik dan non akademik. “Dalam kegiatan kampus ada intrakurikuler dan esktrakurikuler. Intrakurikuler yaitu menyangkut kegiatan akademik dan Ekstrakurikuler yaitu menyangkut kegaitan diluar akademik pungkas kata Ibu Wakil Dekan I (Bidang Akademik FPIK-UPS Tegal) Ir. Sri Mulyani, M.Si di ruang kerjanya kepada Redaksi (19/ Juli).

LEBARAN 1440 H-2019

Keluarga Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Universitas Pancasakti Tegal Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M  Mohon Maaf Lahir dan Batin.

 

Serba-serbi Unik Perayaan Idul Fitri di Berbagai Belahan Dunia

 

Liputan6.com, Jakarta – Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Tak hanya di Indonesia, berbagai negara di dunia memiliki tradisi unik menyambut datangnya 1 Syawal ini.

Di London, Inggris, misalnya, meski Idul Fitri bukanlah hari libur nasional di London, warga muslim di sana tetap merayakannya secara besar-besaran. Agenda dimulai dengan Salat Id di pagi hari, diikuti dengan mengungjungi keluarga dan kerabat, atau menggelar open house sambil menikmati masakan-masakan tradisional.

Dalam lansiran Agoda kepada Liputan6.com, Rabu (5/6/2019), wisatawan dapat mengambil bagian dalam Eid Festival atau Festival Idul Fitri tahunan di Trafalgar Square, tepatnya di Edgware Road. Anda dapat menikmati berbagai pertunjukan yang mengasyikkan dan makanan dari berbagai negara pada Sabtu, 8 Juni 2019, mulai pukul 12 siang hingga 6 sore.

Sementara di New York, Amerika Serikat, perayaan Idul Fitri ditandai dengan Empire State Building yang menyala hijau di malam hari. Wisatawan muslim yang kebetulan berkunjung ke sana juga disarankan singgah ke masjid terbesar di The Big Apple, Islamic Cultural Center New York.

Lain cerita dari Istanbul, Turki. Perayaan Idul Fitri di sana dikenal sebagai Seker Bayram atau Festival Permen. Hal itu lantaran orang setempat akan menyajikan banyak makanan manis seperti baklava. Bahkan, orang-orang dianjurkan untuk menikmati makanan manis untuk sarapan. 

Jazirah Arab

Warga Dubai, Uni Emirat Arab, sangat menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih selama Idul Fitri, terutama sambil menikmati makanan mewah. Salah satu lokasinya berada di Dubai Opera.

Anda dan teman-teman juga dapat menikmati waktu yang mendebarkan di salah satu taman hiburan indoor terbesar di dunia, IMG Worlds of Adventures, yang didekorasi dengan tema tradisional Arab dan menawarkan aktivitas khusus terkait Idul Fitri.

Masih dari jazirah Arab, cerita perayaan Idul Fitri kali ini datang dari Arab Saudi. Warga setempat memiliki kebiasaan berkumpul bersama keluarga di rumah lelaki tertua dalam keluarga setelah salat subuh di Hari Raya Idul Fitri.

Sebelum hidangan makan siang yang spesial disajikan, anak-anak akan tampil dengan pakaian baru di depan keluarga mereka yang kemudian akan memberi mereka uang lebaran sebagai hadiah. Para keluarga kemudian menghabiskan hari dengan mengunjungi teater, melihat kembang api, atau menonton pertunjukan untuk melanjutkan perayaan.


Kashmir

Masih dari Arab Saudi, di jantung pusat kota Balad, wisatawan dapat mengambil bagian dalam perayaan Historic Jeddah Festival untuk bernostalgia dan melihat bagaimana orang-orang merayakan Idul Fitri di masa lalu.

Anda bisa menikmati sajian-sajian seni interaktif atau mendengarkan Hakawati (pendongeng) menceritakan kisah tentang keluarga Hijazi menghabiskan Idul Fitri mereka dahulu kala.

Sementara, kebanyakan warga Srinagar, Kashmir, mengikuti salat Idul Fitri di Hazratbal, tempat suci yang disebut-sebut sebagai tempat peninggalan suci Nabi Muhammad.

Di pagi hari saat Idul Fitri, sesuatu yang manis dimakan untuk sarapan seperti sheer kurma atau seviyan (puding vermicelli dengan susu, air, dan kacang-kacangan), disertai dengan kahwah, teh lokal yang diseduh dari daun teh hijau khusus dan saffron Kashmir, dihiasi dengan buah dan kacang kering.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

BEM FPIK ADAKAN KEGIATAN BUKA PUASA BERSAMA

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal (BEM FPIK UPS  TEGAL) mengadakan kegiatan aksi sosial dan buka puasa bersama di Gedung Lantai I /102 Gedung FPIK  Rabu 2019 (29/5).

Kegiatan ini bertajuk “Ramadan Ceria dan Kebersamaan“ Ramadan di kalangan mahasiswa merupakan ajang untuk memperbaiki diri dari lingkungan kampus kearah yang lebih baik sebagai aplikasi untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita semua kepada alloh swt.

Buka bersama BEM FPIK ini dihadiri oleh Dekan,  Kaprodi PSP, Sekprodi BDP juga dihadiri Staf Fakultas dan Staf Tata Usaha. Sederet acara telah dimulai dengan meriah melalui lantunan musik islami yang menyejukan. Sambutan Ketua Penyelenggara Alghifari mahasiswa semester dua Prodi (S1) BDP dilanjutkan oleh Ketua BEM FPIK, kemudian sambutan Dekan FPIK Dr. Ir. Sutaman, M.Si.

Beberapa acara diisi dan diikuti bersama sama untuk mendengarkan tausiah ceramah agama oleh mahasiswa FPIK sebagai penceramah dengan tema “Ramadhan Ceria Untuk Kebersamaan”,  pemberian santunan dan diakhiri dengan buka puasa bersama dan dilanjut sholat maghrib bersama di Masjid Jami UPS Tegal.

Ketua panitia mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan amal juga pengabdian kepada masyarakat yang termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama terutama anak yatim serta untuk menumbuhkan jiwa pengabdian mahasiswa FPIK UPS TEGAL.

Kegiatan buka puasa bersama ini semoga bisa menjadikan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BEM FPIK UPS TEGAL. Dekan FPIK UPS TEGAL, Dr. Ir. Sutaman, M.Si sangat mendukung kegiatan ini karena sebagai ajang untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadan, apalagi sasarannya adalah kepedulian dan kebersamaan sebagai mahasiswa FPIK.