PERIKANAN TANGKAP : China Pasar Ekspor Terbesar Ikan & Udang Bali

DENPASAR China menjadi pasar terbesar ekspor komoditas ikan dan udang hasil tangkapan nelayan Bali. Hingga Desember 2017, nilai ekspor komoditas perikanan tangkap ini sudah mencapai US$16,998 juta atau meningkat 36% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

k23 | 02 Februari 2018 02:00 WIB
Komoditas itu juga yang paling banyak diekspor ke China dengan pangsa 29,48% pada akhir tahun lalu.

Ketua Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) Dwi Agus Siswa Putra mengatakan produk ikan dan udang yang diekspor ke China paling banyak adalah cumi karena hampir seluruh tangkapan cumi nelayan Bali dikirim ke China.

Menurutnya, ekspor cumi ke China hingga saat ini masih menguntungkan. Hal inilah yang menyebabkan makin meningkatnya nilai ekspor ke negara ini. Mulai dari regulasi hingga harga dinilainya sangat kompetitif, sehingga ekspor cumi ke China memberikan keuntungan yang cukup tinggi bagi nelayan di Bali. “China itu cukup bagus harganya dan regulasinya juga bisa dipenuhi,” ujarnya, Kamis (1/2).

Menurut dia, selain mengekspor cumi ke China, pihaknya juga tetap mengirim hasil tangkapan tuna ke negari tirai bambu ini. Namun, jumlahnya tidak sebesar yang diekspor ke Jepang. Hingga saat ini, Jepang masih menjadi negara tujuan ekspor udang terbesar bagi Bali.

“Kalau penjualan Tuna kita lihat untung tergantung harga yang dilelang, sementara kalau cumi biasanya dibeli dengan fixed price jadi kami pasti dapat untung.”

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat nilai ekspor tujuan China memang meningkat 61,71% pada Desember 2017 dibanding bulan sebelumnya menjadi sebesar US$ 2,108 juta. Dengan peningkatan ini, ikut mempengaruhi nilai ekspor keseluruhan Bali yang pada Desember 2017 mencapai US$47,22 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, disini :
perikanan, ekspor ikan

Editor : Muhtar, MH

Related Posts via Categories

Tinggalkan Balasan