Arsip Kategori: Kabar Fakultas

Perkuliahan Mahasiswa FPIK UPS Tegal T.A 2019/2020

Pembukaan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2019/2020 telah berlangsung  dengan baik dimana sebelumnya Dekanat dan Staf Dosen FPIK Universitas Pancasakti Tegal sudah berbenah dalam mempersiapkan kegiatan perkuliahan tahun akademik 2019/2020.

Kegiatan yang sudah terencana baik diantaranya adalah menerima dan mengarahkan secara akademik bagi mahasiswa yang sudah masuk semester ganjil ini, sehingga diharapkan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan sudah siap untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan baik seperti juga praktek dan melakukan penelitian di laboratorium FPIK UPS.

Kemudian akan dilaksanakannya proses Akreditasi Progdi PSP dan BDP yang telah di Rekonstruksi dari Tim Akademisi dari berbagai lembaga yang berkompeten dibidangnya sehingga akan lebih menyesuaikan pada Kurikulum KKNI.

Rekonstruksi Kurikulum BDP (Budidaya Perairan)  FPIK UPS Tegal  pada hari Selasa (03/09) yang bertempat di Gedung Lt.1 H.102. Acara Rekonstruksi Kurikulum ini di Moderatori Dr. Ir. Sutaman, M.Si yang juga Dosen FPIK progdi BDP yang menjabat sebagai Dekan.

Sebagai Nara Sumber Rekonstruksi Kurikulum Progdi BDP adalah Dr. Petrus Hari Tjahya Purnama, M.Si Dosen dan Kepala Bidang Kurikulum FPIK Unsoed Purwokerto. Acara rekonstruksi kurikulum Progdi BDP juga diadakannya Penandatanganan Kerjasama / MoU Tentang “Pengembangan Pusat Study Kepiting Bakau Kerjasama antara Prodi BDP FPIK dan Sekolah Alam Kaliwlingi Pandansari Brebes”

Berbagai perubahan paradigma dalam menyusun / merekonstruksi kurikulum Budidaya Perikanan berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia / KKNI.

Tiga Fase Perkembangan Kurikulum

Artikel oleh Tim Redaksi / 03 September 2019

Riwayat pengembangan kurikulum telah melalui tiga fase sejak tahun 1994 (Kurikulum Nasional), tahun 2000/2002 (Kurikulum Inti dan Institusional), kemudian yang terakhir pada tahun 2012 (Kurikulum Pendidikan Tinggi). Tentunya perubahan yang ada merupakan suatu dinamika untuk suatu tujuan mulia yaitu menyiapkan generasi yang professional di bidangnya dan memiliki daya saing global.

Bagi perguruan tinggi yang lahir sebelum tahun 1994 maka akan mengalami 3 fase perubahan tersebut. Suatu upaya yang tidak mudah untuk mentransformasikan kurikulum dari suatu ke bentuk ke bentuk lainnya (sebagian lainnya mengatakan bahwa transformasi kurikulum adalah sangat mudah karena hanya fokus pada format atau narasi dalam penyusunannya).

Walaupun dalam penyusunannya telah melibatkan beberapa stakeholder / fihak-fihak yang berkepentingan. Toh, pada akhirnya mata kuliahnya tidak banyak berubah dan perlu penyesuaian sedikit saja (kata sebagian orang).

Namun, pernahkan terfikirkan oleh kita selaku pengajar, atau pengelola perguruan tinggi, atau pengambil keputusan bahwa kurikulum bukanlah hanya secarik kertas yang bisa dihapus atau disusun ulang mengikuti format baru yang ada, ia merupakan seperangkat alat pembelajaran yang mengintegerasikan berbagai sumberdaya untuk mengolah masukan menjadi luaran yang memiliki nilai tambah Sehingga ada konsekwensi di dalam pemberlakuannya.

Apakah kita semua bisa menjawab bahwa dengan pemberlakuan kurikulum baru maka akan meningkatkan daya serap lulusan oleh lapangan pekerjaan? Ataukah, dapat menaikan Indeks Prestasi Kumulatif lulusan mahasiswanya? Ataukah, dapat memetakan posisi perguruan tinggi kita dengan rumpun ilmu sejenis?

Tentu semua pertanyaan tersebut akan sulit kita jawab, karena tidak ada patokan resmi untuk mengukurnya secara numeris. Yang ada hanyalah patokan normatif yang tertera pada butir penilaian borang akreditasi perguruan tinggi. (mudah-mudahan pendapat saya tidak salah).

Dapat dikatakan juga bahwa acuan baku isi kompetensi pada kurikulum yang diterjemahkan ke dalam perangkat pembelajaran tidak sepenuhnya ada, sehingga apa yang terjadi adalah bahwa pengubahan kurikulum akan tergantung dari pengalaman dan pemahaman team penyusun kurikulum saja, atau akan tergantung juga dari para pemangku kepentingan yang ada, ataupun mencontek dari program studi yang telah lahir duluan (tanpa mempertimbangkan aspek-aspek yang mempengaruhinya).

Tidak jarang pemunculan atau penghilangan suatu mata kuliah demi tujuan prestise saja (karena issue nasional ataupun melebarkan sayap kompetensi tanpa fokus pada program studi yang ada). Bahkan tidak jarang, muatan inti pembelajaran yang ada telah bergeser jauh dari program studi yang ada. Hal ini terjadi karena beberapa faktor eksternal dan faktor internal di institusi pendidikan yang ada, walaupun rambu-rambu normatif telah ada.

Konsorsium perguruan tinggi yang ada lahir karena kesamaan sifat rumpun ilmu. Karena sifatnya sama maka budaya tiru-meniru kurikulum pun terjadi (bukan merupakan kekeliruan), namun jika ditilik lebih detail lagi maka akan berbeda karakteristik program studinya karena fasilitasnya berbeda, dosennya berbeda, mahasiswanya berbeda, perbedaan budaya dan pendanaannya.

Yang terjadi adalah bukannya saling mengisi kekosongan untuk membangun negara lewat pengayaan program studi, namun persaingan normatif, yang menurut hemat saya akan sulit untuk mengejar perbedaannya karena beberapa karakteristik dan parameter yang berbeda.

Sehingga pola pendekatan yang saya usulkan adalah keanekaragaman program studi dalam satu rumpun ilmu melalui penguatan karakteristik kompetensi lokalnya. Pola pendekatan ini tidaklah baru karena jalur pendidikan SMK telah memulainya terlebih dahulu (padahal dari sejarah lahirnya yang seharusnya menerapkannya terlebih dahulu adalah jalur pendidikan diploma).

Pola pendekatan ini tidak bersifat slogan atau normatif, karena bisa diukur melalui suatu nilai numeris untuk memetakannya. Alat ukurnya sudah ada di Indonesia melalui LSP-LMI, yang secara kebetulan sudah saya ikuti sejak tahun 2001 lewat proyek IAPSDP / Indonesia Australia Partership for Skill Development Program  (merupakan team kecil yang ada di Politeknik Manufaktur Bandung). [Dapat dibuka pada menu kompetensi blog ini] :

https://drive.google.com/drive/folders/0BxISOQA_AHSeNzI3YjBlZTktNDU4Ni00Y2EyLTgxODAtMTI2MzdjZWE1NDgz]

Rekonstruksi Kurikulum Prodi PSP FPIK UPS Tegal

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pancasakti Tegal (UPS) menyelenggarakan Lokakarya Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Selasa (6/8). Dekan FPIK Dr. Ir. Sutaman, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini untuk menuntun perumusan kurikulum baru FPIK. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang Sidang Gedung H.101 Lantai.1. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M. Sc (Guru Besar FPIK IPB Bogor), Ibnu Maulana dan Denis Denutoha (BPPP TEGAL),  Henry Iskandar (SUPM Tegal) juga dihadiri dari DKPPP Kota Tegal yaitu Indirrani. W, S.Pi dan Eva Kholifah, S.Pi.

Dalam membahas dan menyampaikan materi “Pembuatan dan Pengembangan Kurikulum KKNI”. Dikatakan Prof. Baskoro, KKNI ditetapkan presiden pada tanggal 17 Januari 2012 dalam PP Nomor 8 tahun 2012.”Sejak tahun 2004 dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) banyak yang terjebak pada rekonstruksi mata kuliah, namun proses pembelajaran tidak diubah dan dievaluasi, untuk itu pada kurikulum berbasis KKNI kita ditantang untuk membuat dan mengembangkan kurikulum baru,” katanya.

Didampingi oleh Dr. Ir. Suyono, M.Pi (Wakil Rektor Bidang Akademik) Kaprodi PSP FPIK UPS Ir. Retno Budhiati, M.Pi menyampaikan KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan, sektor pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan jabatan kerja di berbagai sektor. Hal tersebut merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan serta program peningkatan SDM secara nasional.

Yang dimaksud dengan jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja. Deskripsi capaian pembelajaran dalam KKNI diharapkan meliputi empat unsur yaitu sikap dan tata nilai, kewenangan dan tanggung jawab, penguasaan pengetahuan, serta kemampuan kerja.

FPIK UPS TEGAL ADAKAN SEMINAR NASIONAL

Senin, 5 Agustus 2019: Dalam Rangka Kegiatan Ekspedisi Pesisir Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) Wilayah III, BEM FPIK UPS Tegal mengadakan Seminar Nasional bertempat di Auditorium Darijoen Senoatmojo UPS Tegal yang dihadiri Ketua Kordinator Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) Wilayah III Valih Nasrullah Mahasiswa FPIK Unsoed Purwokerto.

Seminar Nasional yang diadakan hari Senin 5 Agustus 2019 dengan Tema “Mewujudkan Pengembangan Perikanan dalam Meningkatkan Potensi Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”

Dengan Nara Sumber dan Pembicara yang ahli dibidang bahari diantaranya : Ir. Nilanto Perbowo, M. Sc (Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia),
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M. S (Ketua Masyarakat Aquaculture Indonesia & Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Periode 2001-2004), Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M. Sc (Guru Besar FPIK IPB Bogor) dan Dr. Ir. Suyono, M. Pi (Akademisi/ FPIK UPS Tegal) beserta Moderator : Noor Zuhry, S. Pi, M. Si (Dosen FPIK UPS Tegal).

Sebagai rangkaian awal Kegiatan Ekspedisi Pesisir oleh HIMAPIKANI WIL III dan BEM FPIK UPS Tegal yang dimulai dengan Pembukaan Ekspedisi Pesisir, Observasi Lapangan dan Riset mengenai permasalahan yg ada di masyarakat terutama di bidang Budidaya dan Pengolahan Perikanan. Demikian ulasan Ketua Panitia Seminar Nasional  Nur Auva Ulul Albab Mahasiswa BDP semester tujuh FPIK UPS Tegal dalam sambutannya. (5/Agustus) Red.

Pengaruh Pakan Alami dan Pakan Buatan dalam Budidaya Ikan

  • Dilihat: 3906
  • 05 Jul

Pengelolaan pakan merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya ikan, karena ketersediaan pakan yang memadai secara kualitas dan kuantitas akan berpengaruh terhadap keberhasilan pada ikan dalam sistem produksi, berupa: ikan yang sehat, tumbuh optimal dan berkualitas tinggi. Ketersediaan pakan yang memadai secara kualitas dan kuantitas akan berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan. Pakan berkualitas harus memiliki kandungan nutrisi ikan dan mudah dicerna, sehingga dapat diserap oleh tubuh ikan (Khairuman dan Amri, 2002).

Kegiatan budidaya ikan sistem KJA dianggap menjadi faktor utama terjadinya pencemaran perairan. Kegiatan budidaya ikan sistem KJA yang dikelola secara intensif juga membawa konsekuensi penggunaan pakan yang besar yang bagaimanapun efisiensinya rasio pemberian pakan, tidak seluruh pakan yang diberikan akan termanfaatkan oleh ikan-ikan peliharaan dan akan jatuh ke dasar perairan.

Pakan ikan merupakan penyumbang bahan organik tertinggi di waduk (80%) dalam menghasilkan dampak lingkungan. Jumlah pakan yang tidak dikonsumsi atau terbuang di dasar perairan oleh ikan sekitar 20–50%. Limbah dari pakan dan faeces ikan akan terakumulasi dan menurunkan kualitas perairan. Peningkatan jumlah aktivitas budidaya ikan menggunakan KJA, mengakibatkan peningkatan jumlah beban cemaran yang akan dibuang ke perairan. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh jarak antar KJA, jumlah padat tebar ikan, dan manajemen pemberian pakan (Erlania,dkk.,2010). Jumlah padat tebar ikan yang tinggi dengan manajemen pakan yang buruk mengakibatkan perairan menjadi keruh dan tercemar. Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu.

Pengurangan jumlah KJA akan mengurangi jumlah beban cemaran nitrogen dan fosfor ke perairan waduk. Hal tersebut menyebabkan eutrofikasi dan pencemaran biologis (akumulasi enceng gondok) dapat dikurangi.  Proses penguraian bahan organik tersebut memerlukan jumlah oksigen yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan kondisi di dasar perairan menjadi anaerobik, sehingga DO mengalami penurunan. Kondisi anaerobik akan menghasilkan senyawa toksik yaitu H2S dan amonia (Demetrio et.al, 2011). Jadi, diperlukan manajemen pemberian pakan, jenis pakan yang diberikan, dan frekuensi pemberian pakan guna mengurangi bahan organik yang terbuang di perairan.

Perairan dengan KJA memiliki bahan organik lebih tinggi dibandingkan dengan perairan terbuka, dan kawasan yang terdapat enceng gondok. Hal tersebut didukung dengan tingkat kecerahan air dan kedalaman air waduk. Peningkatan nilai kecerahan dan penurunan kedalaman air waduk menyebabkan peningkatan bahan organik. Cahaya matahari yang masuk ke perairan menyebabkan cepat terjadinya proses fotosintesis. Proses fotosintesis mempengaruhi peningkatan produktivitas primer di perairan yang ditandai dengan peningkatan unsur hara (bahan organik), menunjukkan perairan tersebut telah tercemar. Suatu limbah yang mengandung beban pencemar masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan perubahan kualitas air. Salah satu efeknya adalah menurunnya kadar oksigen terlarut yang berpengaruh terhadap fungsi fisiologis organisme akuatik. Air limbah memungkinkan mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit infeksi dan tersebar ke lingkungan.

Pemberian pakan yang dilakukan secara adbilitum (terus menerus hingga ikan betul-betul kenyang) menyebabkan banyak pakan yang terbuang (inefisiensi pakan) dan terakumulasi di dasar perairan. Sisa pakan yang tidak termakan dan ekskresi yang terbuang pada akhirnya akan diuraikan oleh jasad-jasad pengurai yang memerlukan oksigen. Dalam kondisi anaerobik penguraian akan berjalan dengan baik, namun dari proses anaerobik ini dihasilkan berbagai gas beracun yang dapat mencemari perairan danau/waduk. Disamping hal tersebut, sisa pakan dan buangan padat ikan akan terurai melalui proses dekomposisi membentuk senyawa organik dan anorganik, beberapa diantaranya senyawa nitrogen dan fosfor. Senyawa-senyawa nitrogen dan fosfor diperlukan oleh fitoplankton dan tumbuhan air lainnya. Di perairan fitoplankton merupakan produsen primer yang mempengaruhi kelimpahan organisme. Sisa-sisa pakan dan kotoran ikan dari KJA berperan sebagai pupuk yang dapat menyuburkan perairan danau/waduk. Apabila dalam keadaan hipertropik berakibat pertumbuhan yang tidak terkendali (blooming) plankton jenis tertentu.

Perairan yang tergolong sangat subur (hipereutrofik) termasuk penyebab pencemaran perairan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak  3 kali sehari termasuk efektif untuk pertumbuhan dalam pembesaran ikan di KJA. Frekuensi pemberian pakan lebih dari 3 kali sehari dapat meningkatkan FCR (feed conversion ratio) pakan, sehingga meningkatkan penumpukan limbah didasar perairan waduk. Pemberian pakan ikan secara ad libitum harus diatur dengan baik. Pakan harus habis terlebih dahulu baru diberikan kembali, jangan sampai meninggalkan pakan yang tidak termakan dalam jumlah banyak. Pakan yang tidak termakan akan terurai di perairan dengan meninggalkan konsentrasi fosfat yang tinggi. Selain itu jenis pakan tenggelam dalam pemeliharaan ikan. Penggunaan kombinasi pakan tenggelam dan terapung, atau pakan terapung dengan kadar fosfat yang rendah baik untuk dilakukan. Hal tersebut akan menekan jumlah fosfat di perairan, sehingga tingkat pencemaran dapat dikurangi.

Beberapa langkah teknis yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air dalam budidaya ikan di Karamba Jaring Apung agar tidak terganggu oleh limbah  pakan atau limbah lainnya, antara lain dapat berupa :

1. Pengelolaan pakan yang ramah terhadap kualitas air

  • Porsi makan ikan diberikan sesuai dengan daya tumbuh optimum perhari  (Average Daily Growth) atau porsi makan hanya diberikan 80% dari daya kenyang, sehingga masih tersedia ruang dilambung untuk produksi enzym-enzym pencernaan. Diharapkan efisiensi pakan 100% terserap sempurna.
  • Frekuensi pakan sesuai dengan metabolisme ikan 2 x sehari, metabolisme ikan berkisar 8 jam, bila waktu pemberian pakan 7 pagi dan 5 sore.
  • Pakan difermentasi menggunakan probiotik untuk menghasilkan enzim: protease, amilase, lipase dan cellulose. Sistem ini meringankan kerja dari organ pencernaan 30%, dan membantu pemotongan rantai panjang pada protein dan lemak, serta membantu menghasilkan kotoran ikan yang mudah terurai dan ramah lingkungan.

2. Pengelolaan wadah budidaya ikan yang ramah terhadap kualitas air

  • Penerapan Integrated Management Total Aquaculture yang dapat dilakukan dengan melakukan pemeliharaan multispesies dalam satu wadah (misalnya jaring bertingkat) sehingga buangan pakan pada jaring pertama (misal ikan omnivora) dapat dikonsumsi lagi terlebih dahulu oleh ikan pada jaring lapis kedua (misalnya herbivora), sehingga buangan sisa pakan ke dasar dapat diminimalisir.
  • Pengaturan lokasi ataupun jumlah petakan yang dapat dipelihara dengan memperhatikan daya dukung lingkungan perairan ataupun flushing rate waduk/danau tersebut sehingga tidak terjadi over populasi ikan yang dipelihara yang dapat meningkatkan limbah pakan ke dasar.
  • Pengaturan musim tanam, pengendalian jumlah KJA dan padat tebar ikan di KJA dikurangi atau ikan budidaya diganti dengan jenis yang lebih toleran terhadap konsentrasi DO yang rendah seperti ikan patin, lele, dan betutu.

3. Penebaran ikan herbivora secara lepas seperti ikan grass carp yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem danau/waduk sehingga blooming akibat eutrofikasi dapat dicegah sedini mungkin.

4. Meningkatkan kadar oksigen terlarut di perairan. Pasokan oksigen dalam pengelolaan KJA adalah untuk respirasi biota, pembusukan feses ikan dan pembusukan sisa pakan ikan.

Untuk informasi blog berikutnya silahkan Klik Disini

DAFTAR PUSTAKA

Darmanto dkk, 2000. Budidaya Pakan Alami Untuk Benih Ikan Air Tawar. Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian – Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. di download dari http ://defishery.files.wordpress.com/2009/11/budidaya-pakan-alami-untuk-benih-air-tawar.pdf.

Gusrina, 2008. Budidaya ikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta

Kartamiharja, E. S. 2013. Fenomena Dampak Upwelling Pada Usaha Budidaya Ikan dengan KJA di Danau dan Waduk.Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Workshop Pengelolaan Lingkungan Perikanan Budidaya di Perairan Umum. Bogor, 2-4 Oktober 2013.

Lukman dan Hidayat. 2002. Pembebanan dan Distribusi Organik di Waduk Cirata. Jurnal Teknologi Lingkungan. P3TL-BPPT. Vol. 3 (2): 129 – 135.

Editor Tim Redaksi

Ditulis oleh : ADE YUNAIFAH A, SE (Widyaiswara BPPP Tegal)

Download

 

MONITORING TIM AMI LPMU UPS TEGAL KE FPIK

AMI-Audit Mutu Internal adalah proses pengujian yang sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di PT sesuai prosedur dan hasilnya telah sesuai dengan standar untuk mencapai tujuan institusi.
Selasa (23/Juli) tim AMI / audit mutu internal mendatangi ruang yang sudah dipersiapkan dari tim penyusun dokumen dan data. Hadir pada monitoring AMI di FPIK UPS Tegal adalah tim audit yang diketuai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPMU) UPS Tegal Dr. Beni Habibi, M.Pd dan Yanti Pujiastuti, SE, M.Si sebagai Auditor AMI, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Suyono, M.Pi berikut Kepala Bidang  Penjaminan Mutu Internal  LPMU M.Syaefurochman, S.Si. M.Si. 
Dari beberapa temuan hasil tim monitoring AMI maka dokumen perlengkapan akreditasi akan dicocokan antara perencanaan yang sudah ada dengan pelaksanaan kegiatan / program untuk menghadapi akreditasi program studi di fakultas. Diharapkan dengan adanya AMI di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK – UPS Tegal) maka bisa ditingkatkan mutu atau kualitas pembelajaran di fakultas seperti Program Studi Budidaya Perairan dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang sudah terakreditasi B (Tim Redaksi (Juli/2019).

SIMULASI VISITASI BERSAMA FPIK UPS TEGAL

 

FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) Universitas Pancasakti Tegal mengadakan simulasi bersama  Jumat 2019 (21 Juni) di Gedung Lantai 1 Ruang Simulasi  H.102.  Simulasi Visitasi dihadiri Kaprodi, Sekprodi dan GJM Fakultas yang dihadiri pula Dekan FPIK Dr. Ir. Sutaman, M.Si.  Simulasi Visitasi oleh team diantaranya dihadiri dari berbagai perguruan tinggi diantaranya Nurul Huda, ST (Politeknik Muhamadiyah Pekalongan), Wisnu Widiarto, S.Kep, M.Kep, STIKES Bamada Slawi, Milatun Khanifah, S.ST, M.Kes dan Dra, Oemi Hartati, M.Si dari UPS Tegal. Diadakannya simulasi visitasi FPIK UPS Tegal bersama team adalah  untuk mempersiapkan lebih  awal  dalam  menghadapi  berbagai  tantangan  global  fakultas perikanan dan ilmu kelautan dimasa depan .

 

LEBARAN 1440 H-2019

Keluarga Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Universitas Pancasakti Tegal Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M  Mohon Maaf Lahir dan Batin.

 

Serba-serbi Unik Perayaan Idul Fitri di Berbagai Belahan Dunia

 

Liputan6.com, Jakarta – Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Tak hanya di Indonesia, berbagai negara di dunia memiliki tradisi unik menyambut datangnya 1 Syawal ini.

Di London, Inggris, misalnya, meski Idul Fitri bukanlah hari libur nasional di London, warga muslim di sana tetap merayakannya secara besar-besaran. Agenda dimulai dengan Salat Id di pagi hari, diikuti dengan mengungjungi keluarga dan kerabat, atau menggelar open house sambil menikmati masakan-masakan tradisional.

Dalam lansiran Agoda kepada Liputan6.com, Rabu (5/6/2019), wisatawan dapat mengambil bagian dalam Eid Festival atau Festival Idul Fitri tahunan di Trafalgar Square, tepatnya di Edgware Road. Anda dapat menikmati berbagai pertunjukan yang mengasyikkan dan makanan dari berbagai negara pada Sabtu, 8 Juni 2019, mulai pukul 12 siang hingga 6 sore.

Sementara di New York, Amerika Serikat, perayaan Idul Fitri ditandai dengan Empire State Building yang menyala hijau di malam hari. Wisatawan muslim yang kebetulan berkunjung ke sana juga disarankan singgah ke masjid terbesar di The Big Apple, Islamic Cultural Center New York.

Lain cerita dari Istanbul, Turki. Perayaan Idul Fitri di sana dikenal sebagai Seker Bayram atau Festival Permen. Hal itu lantaran orang setempat akan menyajikan banyak makanan manis seperti baklava. Bahkan, orang-orang dianjurkan untuk menikmati makanan manis untuk sarapan. 

Jazirah Arab

Warga Dubai, Uni Emirat Arab, sangat menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih selama Idul Fitri, terutama sambil menikmati makanan mewah. Salah satu lokasinya berada di Dubai Opera.

Anda dan teman-teman juga dapat menikmati waktu yang mendebarkan di salah satu taman hiburan indoor terbesar di dunia, IMG Worlds of Adventures, yang didekorasi dengan tema tradisional Arab dan menawarkan aktivitas khusus terkait Idul Fitri.

Masih dari jazirah Arab, cerita perayaan Idul Fitri kali ini datang dari Arab Saudi. Warga setempat memiliki kebiasaan berkumpul bersama keluarga di rumah lelaki tertua dalam keluarga setelah salat subuh di Hari Raya Idul Fitri.

Sebelum hidangan makan siang yang spesial disajikan, anak-anak akan tampil dengan pakaian baru di depan keluarga mereka yang kemudian akan memberi mereka uang lebaran sebagai hadiah. Para keluarga kemudian menghabiskan hari dengan mengunjungi teater, melihat kembang api, atau menonton pertunjukan untuk melanjutkan perayaan.


Kashmir

Masih dari Arab Saudi, di jantung pusat kota Balad, wisatawan dapat mengambil bagian dalam perayaan Historic Jeddah Festival untuk bernostalgia dan melihat bagaimana orang-orang merayakan Idul Fitri di masa lalu.

Anda bisa menikmati sajian-sajian seni interaktif atau mendengarkan Hakawati (pendongeng) menceritakan kisah tentang keluarga Hijazi menghabiskan Idul Fitri mereka dahulu kala.

Sementara, kebanyakan warga Srinagar, Kashmir, mengikuti salat Idul Fitri di Hazratbal, tempat suci yang disebut-sebut sebagai tempat peninggalan suci Nabi Muhammad.

Di pagi hari saat Idul Fitri, sesuatu yang manis dimakan untuk sarapan seperti sheer kurma atau seviyan (puding vermicelli dengan susu, air, dan kacang-kacangan), disertai dengan kahwah, teh lokal yang diseduh dari daun teh hijau khusus dan saffron Kashmir, dihiasi dengan buah dan kacang kering.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

BEM FPIK ADAKAN KEGIATAN BUKA PUASA BERSAMA

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal (BEM FPIK UPS  TEGAL) mengadakan kegiatan aksi sosial dan buka puasa bersama di Gedung Lantai I /102 Gedung FPIK  Rabu 2019 (29/5).

Kegiatan ini bertajuk “Ramadan Ceria dan Kebersamaan“ Ramadan di kalangan mahasiswa merupakan ajang untuk memperbaiki diri dari lingkungan kampus kearah yang lebih baik sebagai aplikasi untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita semua kepada alloh swt.

Buka bersama BEM FPIK ini dihadiri oleh Dekan,  Kaprodi PSP, Sekprodi BDP juga dihadiri Staf Fakultas dan Staf Tata Usaha. Sederet acara telah dimulai dengan meriah melalui lantunan musik islami yang menyejukan. Sambutan Ketua Penyelenggara Alghifari mahasiswa semester dua Prodi (S1) BDP dilanjutkan oleh Ketua BEM FPIK, kemudian sambutan Dekan FPIK Dr. Ir. Sutaman, M.Si.

Beberapa acara diisi dan diikuti bersama sama untuk mendengarkan tausiah ceramah agama oleh mahasiswa FPIK sebagai penceramah dengan tema “Ramadhan Ceria Untuk Kebersamaan”,  pemberian santunan dan diakhiri dengan buka puasa bersama dan dilanjut sholat maghrib bersama di Masjid Jami UPS Tegal.

Ketua panitia mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan amal juga pengabdian kepada masyarakat yang termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama terutama anak yatim serta untuk menumbuhkan jiwa pengabdian mahasiswa FPIK UPS TEGAL.

Kegiatan buka puasa bersama ini semoga bisa menjadikan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BEM FPIK UPS TEGAL. Dekan FPIK UPS TEGAL, Dr. Ir. Sutaman, M.Si sangat mendukung kegiatan ini karena sebagai ajang untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadan, apalagi sasarannya adalah kepedulian dan kebersamaan sebagai mahasiswa FPIK.

Monitoring Akademik

Dalam rangka menjaga mutu dan kualitas Proses Pembelajaran di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UPS Tegal maka pada hari Rabu tanggal 24 April 2019 telah dilaksanakan monitoring dan evaluasi / Monev akademik dari LPPMU dan lembaga terkait dibidangnya.

Monitoring dan evaluasi dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Suyono, M.Si Kepala LPPMU Dr. Beni Habibie, S.Pd, M.Pd. Monev dihadiri Pejabat Dekanat FPIK dari Wakil Dekan I, II. dan III hadir pula Kaprodi Budidaya Perairan dan Kaprodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kepala Gugus Jaminan Mutu (GJM).

Selanjutnya monitoring proses pembelajaran di tiap fakultas khususnya FPIK akan di evaluasi untuk dilakukan perbaikan secara komprehensip dalam menjaga standar mutu pembelajaran yang sudah ditetapkan.