Dua Orang Dosen Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Teliti Potensi Kerang Hijau

PENGEMBANGAN BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna viridis) DI WILAYAH PESISIR KOTA TEGAL SEBAGAI ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN NELAYAN KOTA TEGAL

Tim

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal

Indonesia   sebagai   salah   satu   negara kepulauan  terbesar  di  dunia  memiliki potensi perikanan    budidaya    yang    tinggi. Potensi pengembangan wilayah tersebut antara lain potensi sumberdaya alam dansumberdaya manusia. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu sumberdaya yang memiliki potensi tinggi di Indonesia. Wilayah pesisir Kota Tegal mempunyai potensi-potensi yang dapat dikembangkan. dengan kegiatan budidaya kerang hijau (Perna viridis) yang dilakukan oleh kelompok nelayan sebagai sumber pendapatan alternatif.

Kota Tegal merupakan salah satu kota yang ada di wilayah pantai utara Jawa Tengah. Secara geografis   Kota Tegal   terletak pada   109°08’ – 109°10’  BT & 6°50’ – 6°53’  LS. Sedangkan secara   administrasi   Kota Tegal memiliki batas wilayah sebagai berikut:

  1. Bagian utara    berbatasan    langsung dengan Laut Jawa.
  2. Bagian timur berbatasan  dengan   Kabupaten Tegal.
  3. Bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Tegal.
  4. Bagian barat berbatasan  dengan  Kabupaten Brebes

Posisi geografis dan batas-batas wilayah Kota  Tegal secara rinci dapat disajikan pada gambar   1 berikut :

 

        Sumber : Bappeda Kota Tegal (2015)

Menurut hasil penelitian Dr. Sutaman dan Sri Mulatsih (2016)  menunjukan , kesesuaian lahan dan daya dukung untuk budidaya kerang hijau di Pesisir Kota Tegal tergolong besar, yaitu seluas 32,46 Ha. Dari hasil analisis kualitas  perairan,  pesisir Kota Tegal dapat diidentifikasikan sebagai  parameter kualitas air yang berada dalam kisaran yang dianjurkan bagi kegiatan budidaya laut. Tidak  hanya  itu, di perairan ini juga banyak  terdapat larva kerang  hijau  yang secara  alami  tumbuh dan mengambang (berenang) sehingga  memudahkan  dalam  proses budidaya. Potensi wilayah Kota Tegal ini tentunya menjadi salah  satu  faktor  penting yang dapat menunjang keberhasilan usaha budidaya kerang hijau.

Budidaya kerang hijau ini juga mempunyai potensi sebagai sumber mata pencaharian nelayan Kota Tegal pada saat musim paceklik di laut. Selain teknis pelaksanaan yang mudah, budidaya Kerang Hijau ini pun tergolong cukup ekonomis.  Budidaya Kerang Hijau (Perna viridis)  di kawasan pesisir tidak membutuhkan biaya untuk pembelian pakan, karena Perna viridis merupakan salah satu jenis hewan laut yang bersifat filter feeder, sehingga bersifat hemat sumberdaya alam.

Berdasarkan data tangkapan ikan 2011-2015 menunjukkan bahwa produksi perikanan laut di kota Tegal mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang buruk dan terjadinya overfishing di wilayah penangkapan utara pulau Jawa. Kondisi ini berdampak terhadap pendapatan nelayan yang tidak menentu, khususnya bagi nelayan tradisional yang memiliki keterbatasan modal dan teknologi. Oleh karena itu dibutuhkan peran pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan nelayan di Kota Tegal. Menurut hasil penelitian Dr Sutaman dan Sri Mulatsih M.Si diungkapkan juga terdapat kelompok nelayan Gulamah yang tertarik untuk mengembangkan budidaya Kerang hijau ini pesisir Kota Tegal, sebab budidaya ini cenderung  lebih mudah  dari pada  budidaya ikan dan tidak  memerlukan perlakuan intensif setiap  hari. Sehingga dengan pengembangan budidaya kerang hijau (Perna viridis)  diharapkan kelompok nelayan Gulamah yang berada di Desa Panggung Tegal mampu meningkatkan penghasilan tambahan melalui kegiatan tersebut untuk mengantisipasi jika kondisi perairan Tegal dalam kondisi paceklik atau cuaca yang kurang mendukung ketika para nelayan tidak melaut. Oleh karena itu diharapkan budidaya Kerang Hijau (Perna viridis)  di kawasan pesisir Kota Tegal dapat menjadi salah satu produk budidaya yang berkembang dengan mudah dan efisien dalam aplikasinya. Kedepan, pengembangan budidaya laut khususnya Kerang Hijau (Perna viridis)  mempunyai peluang besar sebagai alternatif usaha yang prospektif bagi masa depan perikanan Kota Tegal maupun berbagai wilayah pesisir lain di Indonesia.

 

( Bachtiar )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>